/> Inspiratif! Hj. Wirianingsih dan Rahasia Cetak 10 Anak Hafidz Al-Qur'an 30 Juz di Tengah Kesibukan Politik

Inspiratif! Hj. Wirianingsih dan Rahasia Cetak 10 Anak Hafidz Al-Qur'an 30 Juz di Tengah Kesibukan Politik


Jakarta, newsataloen.com – Di tengah hiruk-pikuk dunia politik dan kesibukan yang padat, pasangan Hj. Wirianingsih dan Mutammimul Ula berhasil membangun "Istana Cahaya" di dalam rumah mereka. Tak tanggung-tanggung, sepuluh buah hati mereka tumbuh menjadi hafidz dan hafidzah yang memegang teguh hafalan 30 juz Al-Qur'an.

Keberhasilan ini menjadi oase inspirasi bagi banyak orang tua di era modern. Sosok Hj. Wirianingsih, atau yang akrab disapa Ustazah Wiwi, membuktikan bahwa kesibukan publik bukanlah penghalang untuk mencetak generasi Qur'ani yang gemilang.

Lantas, apa rahasia di balik keberhasilan luar biasa ini? Berikut adalah tiga kunci utama pola asuh yang diterapkan Hj. Wirianingsih:

1. Menanamkan Visi Sejak Dini

Bagi Ustazah Wiwi, Al-Qur'an adalah akar kebahagiaan, bukan sekadar bacaan. Sejak usia dini—bahkan tepat saat menginjak empat tahun—anak-anaknya sudah dibimbing untuk mencintai ayat-ayat Allah. Di rumah yang dipenuhi ribuan buku, Al-Qur'an tetap menjadi prioritas utama sebagai jendela dunia dan akhirat mereka.

2. Menciptakan Lingkungan yang Tenang

Salah satu langkah ekstrem namun efektif yang diambil adalah meniadakan suara televisi di rumah. Keheningan ini diciptakan agar suasana rumah menjadi tempat bercakap dengan Tuhan yang menenangkan. Tanpa gangguan distraksi elektronik, setiap hafalan ayat suci dapat meresap lebih dalam ke dalam jiwa anak-anak.

3. Menjadi Teladan (Living Qur'an)

Metode terbaik adalah dengan memberi contoh. Anak-anak melihat langsung sosok Al-Qur’an yang hidup dalam diri orang tua mereka. Mulai dari sujud di sepertiga malam, kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi ujian, hingga ketegasan dalam menjaga kehalalan rezeki.

Menebar Cahaya ke Rumah Lain

Kini, sepuluh anak tersebut telah tumbuh dewasa dan mulai menebar manfaat secara luas. Mereka mendirikan berbagai lembaga tahfiz agar "cahaya" yang mereka rasakan di rumah dapat menyinari rumah-rumah keluarga Muslim lainnya.

Kisah Hj. Wirianingsih menjadi bukti nyata sebuah pesan spiritual: "Jika kita mengutamakan Allah, maka Allah akan memuliakan seluruh aspek kehidupan kita, "pungkasnya. (rls/red) 

Post a Comment

أحدث أقدم