/> Transfer BI Fast Bermasalah, Nasabah Aceh Dibuat Panik

Transfer BI Fast Bermasalah, Nasabah Aceh Dibuat Panik


Banda Aceh, newsataloen.com -– Layanan transfer antarbank melalui sistem BI Fast kembali menuai keluhan dari nasabah. Sejumlah pengguna mengaku saldo rekening mereka sudah terpotong, namun dana yang dikirim belum masuk ke rekening tujuan.

Salah satu nasabah bernama Mukhtar, warga Darussalam, kepada media ini, Selasa (10/3/2026) mengatakan, dirinya mengalami kejadian tersebut saat melakukan transfer sebesar Rp5 juta melalui aplikasi Action Bank Aceh milik Bank Aceh Syariah. Menurutnya, setelah transaksi dilakukan, saldo di rekeningnya langsung berkurang. Namun hingga beberapa waktu kemudian, dana yang ditransfer belum juga diterima oleh pihak penerima di Bank Syariah Indonesia.

“Saldo sudah didebet dari rekening, tapi uang belum masuk ke rekening yang dituju. Status di aplikasi masih diproses,” kata Mukhtar.

Kondisi ini membuat dirinya khawatir, terlebih dana yang ditransfer memiliki keperluan penting. Ia pun segera mendatangi kantor bank tempat ia membuka rekening untuk melaporkan kejadian tersebut.

Mukhtar mengaku telah melaporkan persoalan itu ke pihak bank agar transaksi tersebut segera ditelusuri melalui sistem. Ia berharap dana yang sudah terpotong dapat segera diteruskan ke rekening tujuan atau dikembalikan ke rekeningnya.

Keluhan serupa juga terdengar di kantor Bank Aceh Syariah KCU Lampriet. Seorang staf bank yang ditemui media ini menyebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima cukup banyak laporan dari nasabah terkait gangguan transaksi melalui BI Fast.

“Belakangan ini memang ada beberapa nasabah yang datang melapor karena transfer via BI Fast mengalami kendala,” ujar staf tersebut.

Di lokasi yang sama, seorang nasabah lain yang mengaku mengalami masalah serupa mengatakan kondisi tersebut cukup membuat panik, terutama jika saldo di rekening merupakan satu-satunya dana yang dimiliki.

“Kasihan kalau saldo kita cuma itu saja, apalagi kalau uang itu untuk kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Ia berharap sistem layanan transfer antarbank dapat lebih stabil sehingga nasabah tidak khawatir saat melakukan transaksi.

Sejumlah nasabah juga mulai mempertimbangkan kembali menggunakan metode transfer lain yang dinilai lebih aman, meskipun biaya administrasinya lebih tinggi, yakni sekitar Rp6.500 untuk transfer antarbank melalui jaringan konvensional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Bank Aceh Syariah terkait keluhan gangguan transaksi BI Fast yang dialami sejumlah nasabah tersebut. Para nasabah berharap pihak bank segera memberikan klarifikasi dan memastikan keamanan dana mereka agar kepercayaan terhadap layanan perbankan tetap terjaga. (MTU)

Post a Comment

Previous Post Next Post