Lhokseumawe, newsataloen.com – Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) di sebuah hotel di Lhokseumawe, Jumat (7/3/2026), berakhir ricuh dengan gelombang kritik. Perusahaan migas tersebut dinilai diskriminatif karena hanya mengundang segelintir media, hingga memicu desakan audit anggaran publikasi oleh Polda Aceh.
Acara yang semula diniatkan sebagai ajang silaturahmi justru menciptakan ketegangan. Pasalnya, ratusan jurnalis dari wilayah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara merasa dianaktirikan karena tidak dilibatkan dalam agenda tahunan tersebut.
“Kami merasa dianaktirikan. PHE NSO hanya mengundang sebagian kecil media. Padahal perusahaan energi lain seperti PGE dan PAG biasanya mengundang wartawan secara terbuka,” ujar salah satu wartawan Aceh Utara yang hadir di lokasi.
Kekecewaan memuncak di akhir acara ketika sejumlah wartawan yang hadir tanpa undangan resmi memprotes kebijakan panitia. Ketegangan sempat terjadi saat diketahui adanya pembagian biaya transportasi dan paket sembako yang hanya diperuntukkan bagi tamu undangan tertentu. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya diredam oleh pihak penyelenggara.
Menanggapi polemik yang berulang setiap tahun ini, Muhazir dari media lintasberitaindonesia.com angkat bicara. Ia mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Aceh, untuk turun tangan memeriksa aliran dana publikasi perusahaan.
“Kami meminta Polda Aceh segera mengaudit anggaran publikasi PHE NSO yang mencapai ratusan juta rupiah. Pengelolaannya harus transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan publik dan kesan tebang pilih terhadap media,” tegas Muhazir.
Nada serupa disampaikan oleh Thaifuri, wartawan Buser.siaga.com. Sebagai jurnalis yang bertugas di wilayah timur Aceh Utara, ia merasa akses informasi dan kemitraan sengaja ditutup oleh pihak perusahaan.
“Yang diundang hanya wartawan itu-itu saja. Jika anggaran publikasi itu besar, harusnya adil dan tidak dinikmati kelompok tertentu saja. Kami minta aparat mengusut ketidakterbukaan ini,” cetus Thaifuri.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PHE NSO belum memberikan pernyataan resmi terkait protes para pemburu berita maupun tuntutan audit anggaran tersebut. (tim)

إرسال تعليق