Aceh Utara, newsataloen.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dengan suasana khidmat dan penuh empati di Lapangan Upacara Landeng, Lhoksukon, Jumat (6/3/2026) malam. Di tengah duka akibat banjir hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah bumi Pasee, peringatan tahun ini difokuskan sebagai momentum penguatan iman dan solidaritas sosial.
Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh ulama, ASN, dan ribuan masyarakat ini diawali dengan zikir dan doa bersama, buka puasa bersama, serta penyantunan anak yatim. Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh Tgk. Nasruddin Abdullah, S.Sy., M.Ag, Pimpinan Dayah Riyadhatul Qulup Peuntuet.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Sekda H.Jamaluddin,S.Sos,.M.Pd menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah banjir yang menyebabkan kerusakan harta benda hingga jatuhnya korban jiwa. Beberapa warga bahkan masih harus bertahan di Huntara (Hunian Sementara).
"Saya merasakan betul kesedihan ini. Saya melihat langsung bagaimana orang tua berjuang menyelamatkan anak-anaknya dan warga tetap tegar meski rumah mereka terendam. Di sinilah makna Nuzulul Qur’an menjadi sangat dalam; Al-Qur’an hadir sebagai penenang hati dan penguat di saat sulit," ujar Bupati di hadapan para jamaah.

H.Jamaluddin menegaskan bahwa ujian ini jangan sampai mematahkan semangat atau memudarkan keimanan. Sebaliknya, musibah harus menjadi pemantik untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga.
"Jangan biarkan musibah mematahkan semangat. Saya mengajak seluruh masyarakat Aceh Utara untuk terus mempererat solidaritas. Bantu tetangga yang terdampak, kuatkan yang lemah, dan hibur yang berduka," tambahnya
Secara terpisah, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, menyampaikan bahwa momen istimewa tersebut diwarnai dengan pemberian santunan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap anak-anak yatim, sekaligus menjadi bagian integral dari syiar Islam pada bulan suci Ramadan.
“Alhamdulillah, melalui momentum Nuzulul Qur’an ini, kita dapat berbagi kebahagiaan dengan 125 anak yatim. Dana ini disalurkan oleh Baitul Mal sebagai bentuk amanah dari para muzakki untuk mereka yang berhak menerima,” ujar Hadaini di Lhoksukon.
Lebih lanjut, Hadaini menekankan pentingnya memaknai Nuzulul Qur’an tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi sebagai pengingat untuk terus menghidupkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyayangi dan memuliakan anak yatim.
"Program santunan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan anak-anak yatim, terutama dalam menyambut hari raya Idulfitri mendatang," pungkasnya.
Peringatan Nuzulul Qur’an ditutup dengan pelaksanaan shalat Isya, Tarawih, dan Witir berjamaah di lapangan terbuka. Melalui doa bersama ini, masyarakat berharap Allah SWT segera memberikan kemudahan, mengangkat musibah, dan mengganti setiap kesedihan dengan keberkahan bagi masyarakat Aceh Utara. (tim/red).

إرسال تعليق