Bireuen, newsataloen.com - Lampu Jalan di Kota Bireuen, banyak yang mati total di malam hari,warga protes Bupati Bireuen, karena situasi gelap sedang aktivitas warga cukup padat pada malam.
Kegiatan warga masyarakat khusus di Kota Bireuen,sangat sibuk terutama dalam menjalankan ibadah shalat terawih di Masjid dan Meunasah, seputar Kota, bahkan juga pedagang kaki lima,turut menjadi dampak merosotnya ekonomi mareka.
Padahal situasi menyambut bulan suci ramadhan dalam sepuluh hari lagi ,sudah masuk Hari Raya Idul Fitri 1426 Hijriah Tahun 2026. Apalagi kegiatan jual beli pedagang musiman baju, sandal,pernak pernik,bahkan berbagai kue kering,diserbu warga untuk membeli persiapan lebaran.
Ternyata lampu penerangan di jalan dua jalur di tengah Kota Bireuen, jalur Satu lokasi Tugu Juang Bireuen, lampu itu mati total sejumlah tiang,belum lagi lampu jalan dua jalur arah jalan negara jurusan Medan Banda,juga mengalami nasib yang sama mati.
Pemerintah Kabupaten, bagaikan tutup mata,seolah olah pimpinan tidak peduli hal ini,? Itu baru lampu tidak bisa diurus,begitu pula di lokasi jalan elak arah Timur dari Kota Bireuen,banyak jalan rusak dan berlubang.
Warga berkendaraan roda dua dan empat,pada malam dan siang hari, tidak hati terperosok ke lubang, malam lampu penerangan jalan juga banyak yang mati, ungkap sejumlah warga yang sengaja mengajak tim media ini,untuk melihat situasi Kota Bireuen, bagaikan tidak bertuan.
Yang paling menyakitkan dan sedih satu minggu lagi warga masyarakat khususnya umat Islam, menyambut Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun 2026 ini,kegiatan semakin sibuk khususnya keperluan jual beli berbagai kegiatan menyambut lebaran itu.
Warga minta kepada Bupati Bireuen bersama jajarannya,untuk segera membenah Kota Ibu Kota Kabupaten Bireuen, khususnya Kota Juang Bireuen,sebab banyak tamu dari berbagai daerah Medan, Banda Aceh, Takengon,sudah pasti istirahat atau makan minum di Kota Bireuen,tambah warga.(rizal jibro).

Post a Comment