![]() |
| Adhifatra Agussalim |
Banda Aceh, newsataloen.com - – Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (DPW GAMIES) Provinsi Aceh sukses menyelenggarakan Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026, sebuah rangkaian kegiatan edukasi daring yang berlangsung secara maraton selama 1 hingga 15 Maret 2026.
Kegiatan ini menghadirkan 13 sesi webinar yang diikuti oleh 156 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Tidak hanya dari Aceh yang diwakili oleh Komunitas Hoka Tanjong Seulamat, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, serta komunitas Literasi KPKers dari Timor Leste dan juga Malaysia, menunjukkan tingginya minat terhadap literasi ekonomi dan transformasi digital di kawasan regional.
Selama dua pekan pelaksanaan, GAMIES Aceh menghadirkan 9 narasumber kompeten yang berasal dari Jakarta, Medan, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Aceh Utara dengan beragam latar belakang profesi, mulai dari praktisi teknologi, akademisi, konsultan HKI, hingga profesional di bidang keamanan digital dan pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif, seperti Henny Yulianti, Dr (Cn) Teuku Eddy Faisal Rusydi, S.HI, M.Sc, CM, CTT, CTL (K) dan Andria Zulfa, SE, M.Si, P.hD, CGCAE.
Berbagai tema strategis dibahas dalam rangkaian webinar tersebut, antara lain literasi Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi UMKM, perizinan usaha, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), transformasi digital bisnis, hingga kepemimpinan dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Ketua DPW GAMIES Aceh, Adhifatra Agussalim, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen GAMIES Aceh untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pelaku UMKM dan generasi muda, agar lebih siap menghadapi perubahan di era digital.
“Festival Ramadhan Webinar Series ini kami desain sebagai ruang belajar terbuka yang menghadirkan berbagai perspektif keilmuan dan praktik terbaik bagi pelaku usaha serta masyarakat. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong lahirnya UMKM yang lebih adaptif terhadap teknologi, sadar hukum, serta memiliki kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” Senin (16/03/2026) ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas komunitas dan partisipasi peserta dari berbagai negara menunjukkan bahwa literasi digital dan pengembangan UMKM merupakan isu penting yang memiliki relevansi luas di kawasan regional.
"Melalui kegiatan ini, GAMIES Aceh berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan, meningkatkan literasi teknologi, serta mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha dan masyarakat di Aceh.
Ramadhan Berbagi Ilmu, UMKM Naik Kelas, Ekonomi Aceh Lebih Kuat", tutupnya(rel/rizal jibro).

إرسال تعليق