/> Waduk Paya Kareng Tumbuh Subur Enceng Gondok, Pemkab Bireuen Tak Peduli

Waduk Paya Kareng Tumbuh Subur Enceng Gondok, Pemkab Bireuen Tak Peduli


Waduk Paya Kareng



Kabupaten Bireuen, newsataloen.com. Waduk Paya Kareng Bireuen,yang terletak di belakang bangunan Hotel Meuligoe Cot Gapu Bireuen,pernah di keruk dan di buat tanggul dua tahun lalu, kni dibiarkan tumbuh subur gulma semacam enceng gondok,air jernih ditutupi tanaman itu.

Setelah selesai di keruk tanah dan di rapikan waduk ini,oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen, cerita warga sekitar waduk ini,pihak Pemerintah Kabupaten Bireuen,tidak mampu merawat padahal kerjaan itu cukup hanya membersihkan aja.

Pakai tenaga manusia, walaupun waduk ini di bangun belum sempurna,tetapi warga banyak juga berkunjung ke sana,terutama yang hobby pancing,di air tawar seperti di Waduk Paya Laot Peudada.

"Padahal kalau peka Bupati Bireuen bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen, waduk ini bisa jadikan tempat olahraga air, sekaligus tempat para wisatawan dengan cara rumput air (enceng gondok, gulma) dibersihkan,"ungkap warga Gampong Sagoe Peusangan Matanggeulumpangdua Kabupaten Bireuen dan Warga Cot Gapu Bireuen.

Warga menilai waduk itu, diperbaiki saat masih Bupati H Saifannur (alm), walaupun di sana sini belum sempurna,warga dua gampong yang ditanyai oleh tim media ini, Jumat (25/06) saat jalan jalan sore ,hanya terlihat beberapa warga hobby pancing ikan air tawar di waduk itu sebelah Utara, persis belakang bangunan hotel Meuligoe.

Sedang dari arah Selatan keliling waduk ini, ada bapak tua saat menjala ikan bersama anak muda dua atau tiga orang,apakah berhasil mendapatkan tangkapan bapak itu kita tak tahu karena dilihat jauh, walaupun demikian dugaan warga masyarakat,yang duduk di dangau (rangkang), menikmati udara spoi spoi basah.

Pada sore itu cuaca menguntungkan bagi para warga saat pancing dan Jala ikan, dapat rizeki banyak, makanya. Jangan dibiarkan waduk kini kondisinya sudah sebagian besar hampir ditutupi rumput hijau air tersebut (lihat foto waduk).

Bupati Bireuen Muzakkar A Gani bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen,harus jeli hal ini,bila tidak sanggup, minta bantuan kepada Dinas Parawisata Provinsi Aceh di Banda Aceh.

Untuk dibuat tempat wisata bahari setidaknya ada satu atau dua bout menari nari di atas air itu,sudah pasti Waduk Paya Kareng Kecamatan Kota Juang Bireuen dan Waduk Paya Laot Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen,ramai dikunjungi warga, apalagi kita panggil nyak nyak bakar pulut hijau, bakso colek dan cendol.

Apakah ide ini,tidak ada di benak Bupati Bireuen bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen juga Kepala Bidang Parawisata Bireuen, uang dari sisa dana Covid 19 dan bimtek,bisa disisipkan sedikit.

Untuk kita fungsikan tempat wisata bahari ini, ekonomi warga masyarakat (nyak - nyak), sedikit membantu dengan jual makanan minuman ringan dan warung nasi ikan bakar air tawar,juga dapat menampung tenaga kerja,tukang parkir. 

"Sehingga Pendapatan Asli Daerah(PAD) dapat diraih ke kas Pemerintah Kabupaten Bireuen,nyan ban?, Pak Bupati Bireuen Muzakkar A Gani,kita sumbang ide kita melalui media ini,"sebut warga serentak . (Rizal Jibro).

Post a Comment

أحدث أقدم