/> Sakit Ginjal dan Hidup di Rumah Tak Layak, Muslem Penarik Becak Dapat Bantuan RTLH Kodim Aceh Utara ‎

Sakit Ginjal dan Hidup di Rumah Tak Layak, Muslem Penarik Becak Dapat Bantuan RTLH Kodim Aceh Utara ‎

 ‎ 


‎Aceh Utara, newsataloen.com - Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan yang terus menurun, Muslem (40), seorang penarik becak yang sehari-hari bekerja untuk menghidupi keluarganya, kini mendapat secercah harapan. Warga Desa Meunasah Kumbang, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, tersebut menjadi penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Kodim 0103/Aceh Utara. Sabtu (26 September 2026).

‎Rumah yang selama ini menjadi tempat Muslem bersama istri dan lima orang anaknya berteduh kini tengah dalam proses pengerjaan. Program RTLH tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarganya.

‎Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal S.Sos., M.Si., menjelaskan, sebelum mendapatkan program RTLH, kondisi rumah yang ditempati Muslem bersama keluarganya sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak.

‎Rumah tersebut berdinding kayu yang kondisinya sudah rapuh. Sementara bagian atap hanya menggunakan daun rumbia yang telah mengalami kerusakan dan bocor di sejumlah bagian. Kondisi itu membuat keluarga Muslem harus bertahan dalam keterbatasan, terutama ketika hujan turun.

‎Kondisi Muslem semakin berat karena saat ini ia tengah mengalami sakit ginjal. Penyakit tersebut membuat aktivitasnya untuk mencari nafkah sebagai penarik becak menjadi terbatas. Padahal, ia harus memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan lima anaknya yang masih kecil.

‎Di tengah kondisi tersebut, pembangunan rumah melalui program RTLH Kodim 0103/Aceh Utara menjadi harapan baru bagi keluarga Muslem. Selain membantu memperbaiki kondisi tempat tinggal, program ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang selama ini harus bertahan dengan segala keterbatasan.

‎Bagi Muslem dan keluarganya, rumah baru bukan sekadar bangunan berdinding kokoh dan beratap layak. Lebih dari itu, rumah tersebut menjadi simbol harapan agar keluarganya dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat, di tengah perjuangan Muslem melawan sakit dan keterbatasan ekonomi. ***

Post a Comment

Previous Post Next Post