Aceh Utara, newsataloen.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Utara sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M. Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipusatkan di halaman kantor Kemenag setempat pada Selasa (22/9/2026). Selain sebagai bentuk refleksi meneladani akhlak Rasulullah, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi keluarga besar Kemenag.
Ada yang istimewa dalam peringatan tahun ini. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., hadir langsung didampingi Kepala Kemenag Aceh Utara, Fadli, S.Ag., M.Si. Keduanya secara resmi meluncurkan buku Antologi Puisi — Literasi Madrasah Aceh Utara di Aula Kantor Kemenag.
Tak hanya itu, acara juga dirangkai dengan peluncuran Podcast Lentera Pase serta prosesi peusijuek (tepung tawar) Kantor Sekretariat Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Aceh Utara. Prosesi adat ini dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, yang akrab disapa Walidi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran internal Kemenag Aceh Utara, unsur Muspika Lhoksukon, Kepala Lapas Kelas II B Lhoksukon, Kepala Bank Aceh Syariah KCP Lhoksukon, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara, pengurus PD IPARI, tokoh agama, serta para tamu undangan lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., menyatakan bahwa kehadiran media digital seperti podcast sudah menjadi kebutuhan mutlak di era modern. Cara-cara konvensional dinilai perlu bertransformasi agar pesan keagamaan bisa menjangkau masyarakat lebih luas.
"Podcast merupakan sebuah keniscayaan hari ini. Penyampaian pesan tidak lagi hanya melalui cara konvensional, tetapi juga media digital yang lebih mudah diakses. Yang terpenting adalah bagaimana media ini diisi dengan konten-konten yang memberikan manfaat dan pencerahan," ujar Azhari.
Senada dengan Kakanwil, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag., M.Si., berharap Podcast Lentera Pase mampu menjadi wadah sinergi bagi para penyuluh agama yang tersebar di berbagai kecamatan di Aceh Utara.
Untuk memaksimalkan program ini, Fadli mengajak Majelis Adat Aceh (MAA), tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan penuh.
"Kita memiliki penyuluh agama di seluruh kecamatan. Ini tentu bisa bersinergi dengan Podcast Lentera Pase. Dengan sinergi yang baik, keberadaan IPARI di Aceh Utara dapat semakin eksis dan bermanfaat bagi masyarakat," tutur Fadli.
Selain podcast, acara yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga meluncurkan buku antologi puisi. Fadli menegaskan, peluncuran buku ini merupakan bentuk penghargaan resmi bagi siswa, guru, hingga kepala madrasah yang telah bekerja keras merampungkan karya mereka.
"Kami ingin momentum peluncuran ini menjadi pemicu atau stimulus untuk menggalakkan gerakan literasi madrasah secara masif," tegas Fadli.
Lewat gerakan literasi ini, ia menambahkan, Kemenag Aceh Utara berkomitmen mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam berkarya dan menyaring informasi secara bijak. Tidak hanya siswa, para tenaga pendidik juga dituntut aktif melakukan riset serta menulis buku ajar maupun karya fiksi demi meningkatkan profesionalisme guru.
"Melalui peluncuran ganda ini, Kemenag Aceh Utara optimistis mampu melahirkan generasi madrasah yang tidak hanya kreatif secara digital, tetapi juga unggul dalam budaya membaca dan menulis, "pungkasnya.
Ketua PD IPARI Aceh Utara, M. Ramli, M.Si., menjelaskan bahwa kehadiran Podcast Lentera Pase merupakan langkah strategis organisasi dalam merespons perkembangan teknologi digital. Media ini dirancang untuk memperluas jangkauan pola komunikasi dan penyuluhan keagamaan di tengah masyarakat modern.
"Lentera dimaknai sebagai suluh atau sumber cahaya. Kami berharap Podcast Lentera Pase dapat menjadi media yang memberikan pencerahan, edukasi, dan manfaat bagi umat melalui informasi keagamaan yang relevan," ujar Ramli.
Ia menambahkan, platform ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran komunikasi internal organisasi, tetapi juga ruang terbuka untuk berbagi pengetahuan yang interaktif dengan masyarakat luas.
Usai peresmian, kegiatan langsung dilanjutkan dengan siaran podcast perdana yang menghadirkan Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., sebagai narasumber pertama. Diskusi yang membahas seputar isu dan perkembangan penyuluhan agama tersebut dipandu oleh pengurus PD IPARI Aceh Utara, Tgk. Basriadi, S.H.
Melalui terobosan digital ini, IPARI Aceh Utara berkomitmen untuk terus menghadirkan konten-konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif guna membangun kehidupan keagamaan yang lebih baik di masyarakat. (tim/red).

Post a Comment