Aceh Utara, newsataloen.com – Proyek pembangunan infrastruktur di SMAN 1 Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, resmi memaksimalkan penggunaan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal. Langkah ini diambil untuk mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar sekolah secara langsung.
Kepala SMAN 1 Meurah Mulia, Hanafiah, S.Ag, menyatakan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan untuk memberdayakan potensi daerah. Pihak sekolah berkomitmen menjadikan proyek ini sebagai motor penggerak ekonomi tingkat kecamatan.
"Seluruh pekerja atau tukang merupakan warga asli Meurah Mulia. Begitu juga dengan belanja material dan kebutuhan proyek lainnya, kami prioritaskan di toko-toko yang ada di lingkungan sekitar sekolah," ujar Hanafiah kepada media, Kamis (18/06/2026).
Proyek yang dikelola oleh panitia P2SP dari unsur warga sekolah ini dipimpin oleh Ketua Komite Sekolah, Syamsuddin, atau yang akrab disapa Ayah 18. Saat ini, proyek tersebut menyerap 15 orang tukang lokal dan melibatkan 10 orang panitia.
Adapun fasilitas baru yang sedang dibangun melalui bantuan pemerintah tersebut meliputi Mushalla, Ruang Kelas (3 rombongan belajar), Perpustakaan, Ruang UKS serta Laboratorium STEM (2 ruangan).
"Melalui pembangunan lima fasilitas edukasi ini, pihak sekolah berharap perputaran uang tetap berada di dalam kecamatan selama masa pengerjaan proyek sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga, "pungkasnya. (tim/red)

Post a Comment