Meureudu, newsataloen.com - Bupati Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), H. Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME, dalam momentum memperingati Isra' Mi'raj Tahun 1447 H/2026 M, mengajak seluruh masyarakat untuk tingkatkan iman, muhasabah, dan kepedulian antar sesama dalam bencana. Turut dihadiri, oleh unsur Forkopimda, Para Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati, Para SKPK Pidie Jaya, tokoh agama, dengan Penceramah TGK. NURDIN M. JUDON / ABI NAS JEUNIB.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah masyarakat setempat, sebagai momentum penting untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta melakukan muhasabah diri, khususnya di tengah kondisi daerah yang baru saja dilanda bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya, yang dipusatkan di Mesjid Jamiek Baitul Aman Kecamatan Ulim, Kamis malam 15 Januari 2026.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, menegaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan perjalanan agung Rasulullah SAW yang penuh hikmah dan pelajaran bagi umat Islam, terutama terkait perintah shalat lima waktu sebagai tiang agama dan fondasi utama dalam kehidupan.
“Melalui momentum Isra Mikraj ini, mari kita tingkatkan kualitas shalat dan amalan ibadah lainnya, karena shalat yang dijalankan dengan khusyuk dan ikhlas akan membentuk pribadi yang sabar, jujur, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati.
Bupati menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj tahun ini dilaksanakan dalam suasana keprihatinan, mengingat Kabupaten Pidie Jaya sedang menghadapi ujian berupa bencana banjir yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Menurutnya, musibah tersebut harus dijadikan sebagai sarana introspeksi dan penguatan nilai-nilai keimanan.
“Bencana yang kita alami hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, serta memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia. Ini adalah momentum muhasabah agar kita menjadi pribadi dan masyarakat yang lebih baik,” tegasnya.
Untuk itu, Bupati Pidie Jaya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial terhadap warga terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong, tolong-menolong, dan solidaritas sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kedekatan kepada Allah SWT harus sejalan dengan kepedulian kepada sesama. Saya mengajak seluruh masyarakat Pidie Jaya untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, baik melalui doa, tenaga, maupun bantuan materi sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
Pada akhir sambutannya, Bupati Pidie Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, serta berharap agar nilai-nilai Isra Mikraj dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya masyarakat Pidie Jaya yang religius, peduli, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.(din/li)

Post a Comment