Kabupaten Bireuen, newsataloen.com- Ibu rumah tangga bersama warga masyarakat,protes Pemerintah Kabupaten Bireuen, sampai kini hilang nya, minyak goreng kemasan plastik dan botol isi 2 liter, di pasaran belum bisa diatasi, sehingga menimbulkan kekecewaan yang mendalam.
Baik bagi ibu rumah tangga dan juga bagi pedagang,sejak diberlakukan harga minyak goreng dua liter berbagai merek dan produk, oleh pemerintah pusat, sekitar Rp 28.000/2 liter, hanya satu hari sudah habis barang itu.
Hasil pantuan tim media ini,Sabtu (12/02), di Pasar Induk Tradisional Gelanggang Gampong (Cureh) dan Pasar Kota Bireuen, dalam wilayah Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen,juga pada sejumlah supermarket, sudah dua pekan minyak goreng berbagai merek, sudah hilang dipasaran.
Bila kita tanya kepada pemilik toko kelontong, minyak goreng satu harga dua liter Rp 28.000,tidak dan sudah habis stok, begitu pada petugas sejumlah supermarket,apakah ini permainan, tim media ini, minta kepada pedagang saya kalau ada berapapun saya beli.
Ternyata ada minyak goreng dijual harga Rp 38.000/dua liter,inilah para ibu rumah tangga dan warga masyarakat, memproses Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian,Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen.
Yang tidak mampu mengurus dan mengamankan kebijaksanaan berlakunya peraturan Pemerintah Pusat, harga minyak goreng satu harga itu, yang paling celaka lagi harga minyak goreng curah turut hilang pula, di pasaran bila ada Rp 20.000/kg, termasuk harga minyak goreng kemasan plastik tidak sampai satu liter harus kita tebus Rp 15.000 sampai Rp 17.000,ujar sejumlah Ibu, yang dihubungi tim media ini.
Ibu rumah tangga termasuk warga masyarakat,semakin was was atas kebijaksanaan pemerintah, soal minyak goreng ini,sebab berdekatan umat muslim akan memasuki puasa ramadhan, kelangkaan minyak goreng ini, harus segera diatasi, ujar Halim,salah satu pedagang di Bireuen.
Paling ironi lagi,bagi ibu rumah tangga yang membuka usaha makanan ringan gorengan,terencam bangkrut,karena minyak goreng hilang dan mahal harga, untuk itu Pemerintah Kabupaten Bireuen, setidaknya Bupati Bireuen bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen, dapat memberikan penjelasan kepada publik, soal hilangnya minyak goreng satu harga ini, sebut para pedagang makanan ringan di sana.
Bupati Bireuen Muzakkar A Gani bersama Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen Ali Basjah, belum berhasil dikonfirmasi hal ini,hari libur nasional. (rizal jibro).

Post a Comment