NAGAN RAYA, newsataloen.com – Gerakan Mahasiswa (GEMA) FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) mengecam keras sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pemkab dinilai gagal memberikan kepastian dan tindakan nyata bagi korban bencana banjir di kawasan Darul Makmur dan Tripa Makmur, khususnya Desa Kuta Trieng.
Ketua GEMA FISIP UTU, Anriansah Kalimuddin, menyoroti nasib warga yang sudah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian. Korban banjir tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga tempat tinggal dan jaminan kehidupan yang layak akibat penanganan yang dinilai lamban.
"Kami mengecam keras ketidakseriusan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan BPBD dalam menangani korban banjir. Jangan jadikan penderitaan rakyat sebagai bahan omong kosong dan janji birokrasi semata," tegas Anriansah dalam siaran persnya, Minggu (10/5/2026).
Menurut GEMA FISIP UTU, pemerintah daerah dan BPBD tidak boleh terus berlindung di balik alasan administratif.
"Bencana kemanusiaan tidak bisa diselesaikan hanya dengan rapat, dokumentasi, dan janji politik. Rakyat butuh tindakan nyata, bukan pencitraan. Jika pemerintah dan BPBD terus lamban, ini bentuk pengabaian terhadap hak hidup masyarakat," sambungnya.
Dalam rilis tersebut, GEMA FISIP UTU menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Pemkab dan BPBD Nagan Raya segera memberikan jaminan hidup yang layak bagi seluruh korban banjir di wilayah Darul Makmur dan Tripa Makmur, khususnya Desa Kuta Trieng. Mereka mendesak BPBD dan Pemkab Nagan Raya segera mencairkan anggaran perbaikan rumah rusak ringan dan sedang yang hingga hari ini belum terealisasi.
"Selanjutnya, segera membangun rumah bagi korban kategori rusak berat, mengingat masih banyak yang hidup memprihatinkan tanpa tempat tinggal layak.
Anriansah menegaskan, negara dan pemerintah daerah tidak boleh hadir hanya saat kamera menyala atau sekadar membagikan bantuan simbolis.
"Pemerintah dan BPBD harus hadir dalam bentuk solusi nyata dan keberpihakan terhadap rakyat kecil yang hari ini masih menderita," pungkasnya.
GEMA FISIP UTU juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, organisasi mahasiswa, media massa, dan lembaga sosial untuk terus mengawal persoalan ini sampai hak-hak korban benar-benar dipenuhi. (tim/ops/mi)

إرسال تعليق