![]() |
| Dr. Iswadi |
Jakarta, newsataloen.com - Pengamat pendidikan dan sosial Dr. Iswadi mengajak generasi muda Indonesia untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian penting dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin digital. Menurutnya, AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan dipandang sebagai ancaman yang menggantikan manusia.
Dalam keterangannya kepada media, Dr. Iswadi mengatakan bahwa perkembangan AI telah membawa perubahan besar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, industri kreatif, hingga dunia kerja. Karena itu, generasi muda dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dan memahami teknologi agar mampu bersaing di masa depan.
AI harus dijadikan asisten yang membantu pekerjaan manusia menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, kreativitas, empati, dan kemampuan berpikir manusia tetap tidak dapat digantikan teknologi, ujar Dr. Iswadi, Minggu (10/05) di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa saat ini AI telah digunakan dalam berbagai aktivitas, seperti pengolahan data, pembuatan konten digital, riset, desain, hingga pelayanan publik. Kehadiran AI, menurutnya, memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi dan membuka kesempatan kerja baru berbasis teknologi.
Meski demikian, Dr. Iswadi mengingatkan agar generasi muda tidak terlalu bergantung pada AI. Ia menilai penggunaan teknologi harus tetap dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan dampak negatif.
AI dapat membantu manusia bekerja lebih cepat, tetapi keputusan dan nilai kemanusiaan tetap harus berada di tangan manusia. Teknologi hanyalah alat bantu, katanya.
Menurut Dr. Iswadi, perubahan dunia akibat perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, generasi muda harus mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan keterampilan digital seperti literasi teknologi, coding, analisis data, dan kemampuan komunikasi digital.
Ia menilai bahwa penguasaan teknologi akan menjadi salah satu kunci utama keberhasilan di masa depan. Anak muda yang mampu memahami AI dengan baik akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat global.
Generasi muda Indonesia harus percaya diri menghadapi era digital. Jika mampu menguasai teknologi, mereka bisa menjadi pencipta inovasi dan membuka peluang baru bagi masyarakat, tuturnya.
Selain itu, Dr. Iswadi juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kecanggihan AI harus diimbangi dengan nilai etika, moral, dan kepedulian sosial agar teknologi digunakan secara positif dan bertanggung jawab.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI tanpa pengawasan dapat memunculkan berbagai persoalan, seperti penyebaran informasi palsu, ketergantungan teknologi, hingga menurunnya kemampuan berpikir mandiri. Oleh karena itu, pendidikan moral dan literasi digital harus diperkuat sejak dini.
Teknologi berkembang sangat cepat, tetapi karakter manusia tetap menjadi fondasi utama. Anak muda harus cerdas secara digital sekaligus memiliki etika dan tanggung jawab sosial, jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Iswadi juga mendorong pemerintah, sekolah, dan perguruan tinggi untuk memperluas pendidikan berbasis teknologi agar lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Ia berharap pembelajaran mengenai AI dan teknologi digital dapat diperkuat guna mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk maju di bidang teknologi karena didukung jumlah generasi muda yang produktif dan kreatif. Potensi tersebut harus dimanfaatkan melalui pendidikan dan pelatihan yang tepat agar mampu bersaing secara global.
Indonesia memiliki bonus demografi yang besar. Jika generasi muda mampu menguasai teknologi dengan baik, maka mereka dapat menjadi kekuatan utama dalam kemajuan bangsa, ujarnya.

إرسال تعليق