/> Gerak Cepat! Disdikbud Aceh Utara Kerahkan 3.000 Relawan Bersihkan Sekolah Pasca Banjir

Gerak Cepat! Disdikbud Aceh Utara Kerahkan 3.000 Relawan Bersihkan Sekolah Pasca Banjir



Aceh Utara, newsataloen.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara melakukan aksi nyata berskala besar untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Sebanyak 3.000 relawan diterjunkan serentak untuk membersihkan material lumpur di berbagai sekolah, Selasa (6/1/2026).

Langkah taktis ini diambil guna memastikan aktivitas belajar mengajar kembali normal setelah sejumlah wilayah di Aceh Utara terendam banjir dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Disdikbud Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., menyatakan bahwa ribuan relawan tersebut terdiri dari unsur pegawai dinas, tenaga pendidik, hingga tenaga kependidikan di seluruh Aceh Utara.


Kehadiran mereka tidak berdiri sendiri; barisan relawan ini bergabung bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemkab Aceh Utara.

"Hari ini kami mengerahkan sedikitnya 3.000 relawan. Fokus utama kami adalah memastikan sarana pendidikan kembali bersih dari sisa lumpur dan sampah sehingga anak-anak bisa segera belajar dengan nyaman dan sehat," ujar Jamaluddin di Lhoksukon, Selasa (6/1/2026).

Pembersihan massal ini menyasar satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP akibat terendam air. Material lumpur yang tebal di ruang kelas, halaman sekolah, hingga sarana ibadah menjadi prioritas utama penanganan.

Jamaluddin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi gotong royong ini. Menurutnya, dedikasi para guru dan staf di tengah kondisi pascabencana menunjukkan komitmen kuat terhadap dunia pendidikan.

"Kebersihan lingkungan sekolah adalah prioritas. Kami ingin anak-anak kembali ke sekolah dengan perasaan senang. Meski kondisi sarana belum pulih 100 persen, kami berupaya maksimal agar layanan pendidikan tetap berjalan," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, bahwa Disdikbud Aceh Utara menerapkan Program Trauma Healing bagi siswa-siswi yang terdampak bencana banjir di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memulihkan kondisi psikologis peserta didik agar dapat kembali belajar dengan ceria dan efektif pascabencana.

Fokus utama kita saat ini bukan sekadar mengejar materi kurikulum, melainkan memulihkan mental anak-anak. Kami ingin memastikan mereka tidak takut untuk kembali ke sekolah," ujarnya.

Dalam implementasinya, lanjut Kadisdikbud Aceh Utara, bahwa para guru diarahkan untuk memberikan materi pembelajaran yang lebih fleksibel. Program trauma healing ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif yang menghibur siswa/i. Ia berharap seluruh jajaran kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk menciptakan suasana kelas yang inklusif dan suportif.

"Kami memahami banyak siswa yang kehilangan peralatan sekolah atau buku-buku karena terendam banjir. Oleh karena itu, kami mengimbau sekolah untuk memberikan toleransi dan dukungan penuh agar semangat belajar mereka tidak padam,"pungkasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan para siswa sudah mulai mendatangi sekolah. Meski masih dalam tahap pemulihan, kehadiran relawan dalam jumlah besar sangat membantu mempercepat proses normalisasi fasilitas pendidikan.

Masyarakat dan pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Selain mempercepat perbaikan fisik, kehadiran para relawan diharapkan mampu memberikan dukungan psikologis bagi para siswa agar kembali bersemangat bersekolah pasca musibah banjir.

"Semangat kebersamaan ini adalah kunci. Kami berharap kualitas pendidikan di Aceh Utara tetap terjaga meski di tengah tantangan bencana," tutup Jamaluddin. (tim/red).

Post a Comment

أحدث أقدم